preloader

Hindari Bungkus Daging Kurban dengan Plastik Berwarna

Hindari Bungkus Daging Kurban dengan Plastik Berwarna

RHIZOMA – Masyarakat Indonesia telah merayakan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah atau 17 Juni 2024. Salah satu ibadah yang dilakukan pada Hari Raya Kurban adalah menyembelih hewan kurban.

Biasanya hewan yang disembelih atau dipotong adalah sapi atau domba. Kemudian dagingnya dibagikan kepada masyarakat.

Namun yang masih sering terjadi adalah penggunaan plastik sekali pakai untuk penyaluran hewan kurban. Padahal penggunaan plastik ini tidak hanya berdampak buruk pada lingkungan, namun juga pada kesehatan manusia.

Bahaya Bagi Lingkungan dan Kesehatan

Plastik merupakan salah satu senyawa kimia yang sulit terurai dan butuh puluhan hingga ratusan tahun agar plastik untuk terurai. Selama jangka waktu tersebut, plastik yang telah menjadi sampah, terpecah-pecah menjadi mikroplastik dan tidak tertangani menjadi ancaman yang membahayakan makhluk hidup dan lingkungan.

Selain merupakan jenis sampah yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat terurai secara alami, kantong plastik juga diketahui mengandung zat karsinogen yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Jenis kantong plastik yang paling berbahaya yakni plastik berwarna. Plastik berwarna bisa berbahaya jika digunakan membungkus makanan berminyak atau berlemak, apalagi bersuhu panas. Pasalnya, zat-zat adiktif dalam plastik seperti adipate, phthalate, dan Bisphenol-A (BPA) mudah terurai dalam lemak dan panas.

Apalagi kantong plastik bukan jenis kemasan food grade (tidak memenuhi standarisasi material yang layak digunakan untuk memproduksi perlengkapan makan). Sebagian besar kantong kresek tersebut merupakan daur ulang yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Selain itu plastik rata-rata mengandung logam berat timbal (Pb) yang melebihi batas yang ditentukan. Timbal dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan, maupun tangan atau makanan. Selain masalah kesehatan, penggunaan plastik juga menjadi masalah lingkungan sebab limbah tersebut tidak mudah terurai bahkan hingga ratusan tahun.

Pakai Wadah Ramah Lingkungan

Penggunaan wadah daging kurban yang disarankan adalah yang aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Tentunya langkah yang dapat diambil adalah dengan menghindari penggunaan kantong plastic dan beralih ke bahan yang alami dan tidak sekali pakai.

Bahan apa saja yang dapat digunakan untuk wadah kantong plastic. Simak saran berikut ini :

Daun Pisang

Daun pisang adalah bahan yang biasa digunakan masyarakat Indonesia untuk membungkus bahan makanan. Selain ramah lingkungan, mudah terurai, daun pisang juga mudah dijumpai di pasar-pasar seluruh Indonesia.

Daun Jati

Daun jati memiliki fungsi yang sama dengan daun pisang. Namun kelebihan daun jati sebagai wadah daging kurban adalah bisa mengurangi bau serta membuat daging lebih empuk. Daun jati biasanya memiliki daun yang lebar yang bisa mempermudah proses pembungkusan daging kurban.

Besek Bambu

Besek bambu saat ini banyak digunakan pembungkus pengganti plastic daging kurban. Selain dapat dipakai berulang kali, besek bamboo memiliki sifat ramah lingkungan. Selain itu dengan rongga di antara anyaman bamboo, membuat pengemasan makanan menjadi lebih segar.

Food Container

Food Container merupakan wadah tempat makanan yang dapat digunakan berulangkali dan besifat multi guna. Selesai penggunaan, pengguna dapat mencuci mencuci Kembali food container yang telah digunakan.

Nah gimana, di tempat kamu pembagian daging kurban masih pakai plastic atau sudah ganti dengan yang ramah lingkungan?

Tags