Sumber Polusi, PLTU Tua Paiton Harus Pensiun Alami!
RHIZOMA, JATIM – PLTU Paiton milik PT PLN Nusantara Power (PT PLN NP) terletak di Desa Bhinor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. PT PLN Nusantara Power, yang sebelumnya bernama PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), merupakan Subholding PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang pembangkitan tenaga listrik. Berdiri sejak 3 Oktober 1995 dengan kapasitas pembangkit yang dikelola sebesar 18.258 MW tersebar di seluruh Indonesia. Pembangkit listrik PLN Paiton merupakan bagian dari kompleks pembangkit listrik tenaga batu bara Paiton yang berkapasitas 4.945 MW, termasuk dua unit pembangkit listrik Paiton-1 berkapasitas 1.340 MW, yang dioperasikan oleh PT Paiton Energy; pembangkit listrik Paiton-2 dua unit berkapasitas 1.320 MW, milik Siemens AG dan YTL Corporation; pembangkit listrik Paiton-3 satu unit berkapasitas 825 MW yang dioperasikan oleh PT Paiton Energy; dan pembangkit listrik Paiton Baru berkekuatan 660 MW milik PLN. Pada April 2024, kompleks pembangkit listrik Paiton dilaporkan memasok 60% dari total kebutuhan energi Jawa Timur.
PLTU Paiton memiliki kapasitas 800 MW yang terbagi ke dua unit pembangkit yaitu unit 1 dan unit 2. Masing-masing pembangkit berkapasitas 400 MW dan beroperasi sejak tahun 1994 dan menggunakan teknologi subcritical. Pasokan batu bara untuk PLTU Paiton berasal dari PT Adaro Indonesia, PT Jorong Barutama dan PT Daya Citra Mulia. Per tahun 2024 PLTU Paiton unit satu sudah berusia 30 tahun. Berdasarkan kajian Institute for Essential Services Reform (IESR) dengan University of Maryland (UMD) pada tahun 2022, terdapat 12 PLTU yang diidentifikasi sebagai Low Hanging Fruits (LHF) karena secara teknis, ekonomi, dan dampak lingkungan sangat buruk. Pembangkit-Pembangkit ini dapat dipensiunkan dengan cepat dalam waktu dekat yaitu antara tahun 2022 dan 2023, untuk membantu meningkatkan kualitas udara udara, kesehatan masyarakat, dan keamanan air. PLTU Paiton termasuk dalam daftar 12 PLTU tersebut. Sejak Juni 2020, PLTU PLN Paiton secara bertahap menyerap limbah biomassa untuk dua pembangkit dengan total kapasitas terpasang 2 X 400 megawatt. Biomassa yang digunakan di PLTU PLN Paiton mayoritas berasal dari serbuk kayu (sawdust). Saat ini penggunaan Co-firing biomassa di PLTU PLN Paiton sudah mencapai 10%.
Berdasarkan riset yang dikeluarkan oleh WALHI Jawa Timur di tahun 2022, merujuk pada rekam medis Puskesmas Paiton tahun 2019-2021 berikut data tren peningkatan penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di wilayah Kecamatan Paiton yang notabene dekat dengan PLTU: tahun 2019 terdapat 482 pasien, tahun 2020 terdapat 200 pasien dan tahun 2021 terdapat 190 pasien. Kemungkinan besar jumlah penderita ISPA di luar data Puskesmas Paiton, terutama mereka yang tinggal di dalam area terdampak langsung yang berjarak 1 sampai 3 km dari situs PLTU Paiton diduga cukup tinggi. Tidak menutup kemungkinan juga area yang tidak terdampak langsung yang berjarak 4 sampai 8 km dari situs PLTU Paiton juga mengalami hal serupa. Sebagai gambaran, dalam laporan ini juga disebutkan pada penelitian sekitar tahun 2010 terhadap kondisi kesehatan pekerja kontrak di PLTU yang rata-rata masyarakat lokal, dari 51 populasi sampling didapatkan bahwa sekitar 51 persen responden mengalami batuk kering disertai sesak, 35 persen mengalami sesak nafas dan 15 persen mengeluhkan banyak dahak. Kondisi ini juga dikuatkan dalam sebuah penelitian yang mencoba melihat tingkat polusi udara di sekitar situs. Hasil penelitian pada tahun 2018 ini menyebutkan kondisi udara di sekitar PLTU Paiton tidak sesuai standar ISO 8573.1-2010, seperti masih tingginya temperatur udara, jumlah uap air di udara dan partikel lain di sekitar situs PLTU.
Selain terkena dampak kesehatan, masyarakat yang tinggal dekat dengan PLTU Paiton juga diiringi oleh dampak lain yang semakin menekan kondisi kehidupan mereka. Dampak ekologis yang berkaitan erat dengan dampak ekonomi dan dampak sosial, terdokumentasikan dengan rinci dalam laporan “Potret Paiton, Melihat Ulang dampak PLTU” yang dikeluarkan oleh WALHI Jawa Timur. Melansir berita dari Kompas.com tahun 2017, komplek PLTU Paiton menyumbang limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) terbesar di Jawa Timur. Dari 170 juta ton per tahun total limbah B3 yang dihasilkan di Jawa Timur, 153 juta ton di antaranya dihasilkan dari komplek PLTU Paiton, atau lebih dari 80 persen. Pencemaran lingkungan yang terjadi karena aktivitas PLTU tentunya menurunkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di sekitar PLTU.
Kami mencoba merangkum dampak yang dialami oleh masyarakat yang tinggal di sekitar komplek PLTU Paiton dari laporan yang kami baca. Mayoritas masyarakat yang tinggal disekitar komplek PLTU Paiton berprofesi sebagai petani dan nelayan. Di sektor pertanian, mayoritas komoditas yang ditanam adalah padi, jagung, dan tembakau serta ada komoditas unggulan lain seperti kelapa. Namun, seiring berjalannya waktu kualitas dan kuantitas pertanian kian menurun. Hal ini disebabkan oleh menurunnya kesuburan tanah, sulitnya akses air dan debu-debu hitam yang berterbangan dari aktivitas PLTU (Fly Ash). Selain berpengaruh terhadap masyarakat yang berprofesi sebagai petani, aktivitas PLTU Paiton juga berpengaruh terhadap masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Aktivitas lalu lintas tongkang batu bara dan Limbah cair dari aktivitas PLTU yang turut mencemari laut dan pesisir. Hal ini mempengaruhi kondisi ekosistem pesisir dan laut, salah satunya terumbu karang yang mengalami pemutihan (Coral Bleaching) lalu mati karena pencemaran dan kenaikan suhu air. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas pertanian rumput laut dan populasi biota laut lain yang hidup di sekitar wilayah komplek PLTU Paiton.
Profesi petani dan nelayan kian ditinggalkan. Mahalnya ongkos produksi dan modal yang dibutuhkan, tidak sejalan dengan penghasilan yang didapatkan. Masyarakat yang hidup disekitar komplek PLTU Paiton kerap kali dihimpit oleh dampak yang berlapis. Keseriusan pemerintah untuk melakukan transisi energi yang berkeadilan bagi masyarakat harus segera diimplementasikan. Masyarakat harus berpartisipasi penuh dalam proses transisi energi untuk menjamin hak-haknya dapat dipenuhi. Masyarakat yang hidup di sekitar komplek PLTU Paiton berhak mendapatkan kembali kualitas hidup yang layak dan ruang hidup yang bersih dan sehat.[]
[1] Subholding dan Anak Perusahaan, Website PLN, https://web.pln.co.id/tentang-kami/anak-perusahaan#:~:text=PT%20PLN%20Nusantara%20Power%20 , diakses 3 Oktober 2024
[2] PLN Paiton Power Station, Global Energy Monitor Wiki, https://www.gem.wiki/PLN_Paiton_power_station , di akses 3 Oktober 2024
[3] Dirut PLN Kunjungi PLTU Paiton, Pastikan Pasokan Listrik Aman Jelang Idul Fitri. Siaran Pers PLN. https://web.pln.co.id/cms/media/siaran-pers/2024/04/dirut-pln-kunjungi-pltu-paiton-pastikan-pasokan-listrik-aman-jelang-idul-fitri/, di akses 3 Oktober 2024
[4] Global Energy Monitor Wiki, Loc. Cit.
[5] PJB Butuh Tambahan Batu Bara. Berita Kementerian ESDM Dirjen Mineral dan Batu Bara. 2012. https://www.minerba.esdm.go.id/berita/minerba/detil/20121013-pjb-butuh-tambahan-batubara , di akses 3 Oktober 2024
[6] Financing Indonesia’s coal phase-out: A just and accelerated retirement pathway to net-zero, Institute For Essential Services Reform & University of Maryland. 2022.
[7] Subholding dan Anak Perusahaan, Website PLN, https://web.pln.co.id/tentang-kami/anak-perusahaan#:~:text=PT%20PLN%20Nusantara%20Power%20 , diakses 3 Oktober 2024
[8] PLN Paiton Power Station, Global Energy Monitor Wiki, https://www.gem.wiki/PLN_Paiton_power_station , di akses 3 Oktober 2024
[9] Dirut PLN Kunjungi PLTU Paiton, Pastikan Pasokan Listrik Aman Jelang Idul Fitri. Siaran Pers PLN. https://web.pln.co.id/cms/media/siaran-pers/2024/04/dirut-pln-kunjungi-pltu-paiton-pastikan-pasokan-listrik-aman-jelang-idul-fitri/, di akses 3 Oktober 2024
[10] Global Energy Monitor Wiki, Loc. Cit.
[11] PJB Butuh Tambahan Batu Bara. Berita Kementerian ESDM Dirjen Mineral dan Batu Bara. 2012. https://www.minerba.esdm.go.id/berita/minerba/detil/20121013-pjb-butuh-tambahan-batubara , di akses 3 Oktober 2024
[12] Financing Indonesia’s coal phase-out: A just and accelerated retirement pathway to net-zero, Institute For Essential Services Reform & University of Maryland. 2022.
[13] Pionir dalam Pengembangan Co-Firing, PLN NP Paiton Serap 10% Limbah Biomassa untuk PLTU, Dunia Energi, https://www.dunia-energi.com/pionir-dalam-pengembangan-co-firing-pln-np-paiton-serap-10-limbah-biomassa-untuk-pltu/ , diakses 3 Oktober 2024
[14] Potret Paiton Melihat Ulang Dampak PLTU. WALHI Jawa Timur. 2022.
[15] Puspita. C. G. 2011. Pengaruh Paparan Debu Batubara Terhadap Gangguan Faal Paru Pada Pekerja Kontrak Bagian Coal Handling PT PJB Unit Pembangkitan Paiton. Jurnal. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Jember
[16] Indah, N., & Kusuma, Y. (2018, March). Compressed Air Quality, A Case Study In Paiton Coal Fired Power Plant Unit 1 And 2. In IOP Conference Series: Materials Science and Engineering (Vol. 343, No. 1,p. 012031). IOP Publishing.
[17] Komplek PLTU Paiton Sumbang Limbah Beracun Terbesar di Jatim, Kompas.com, https://regional.kompas.com/read/2017/05/18/11280281/komplek.pltu.paiton.sumbang.limbah.beracun.terbesar.di.jatim , di akses 4 Oktober 2024