preloader

Ancaman Krisis Iklim Bagi Anak Indonesia

Ancaman Krisis Iklim Bagi Anak Indonesia

RHIZOMA – Krisis iklim dapat memberikan efek buruk kepada anak-anak di Indonesia. Ancaman tersebut berpengaruh pada hak kelangsungan hidup, tumbuh kembang dan perlindungan

Dalam kajian cepat Save the Children Indonesia pada November 2023 memaparkan, kekeringan berdampak pada kesehatan, gangguan pada pendidikan anak. Selain itu juga mengancam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kajian ini dilakukan di tiga kabupaten yaitu Lombok Barat, Sumba Timur dan Kupang. Fokus kajian adalah dampak dan langkah kesiapsiagaan yang harus segera dilakukan dalam menghadapi kekeringan di Indonesia.

Dari kajian yang dilakukan menunjukkan dampak kekeringan pada pendidikan anak-anak dapat terlihat dari bagaimana anak-anak sulit berkonsentrasi saat pelajaran berlangsung. Contohnya di Lombok Barat, anak-anak harus bangun pada jam tiga pagi untuk mengantri mengambil air sebelum pergi kesekolah. Di Sumba timur, anak-anak harus menempuh perjalanan 1,5–2 km ke mata air setiap jam 5 pagi.

Sementara itu pada isu kesehatan, akibat kurangnya sumber air yang memadai memaksa masyarakat untuk menyimpan air. Sehingga secara tidak sengaja menciptakan tempat berkembang biak bagi nyamuk.

Tidak hanya malaria dan demam berdarah, risiko penyakit pernafasan, dan penyakit kulit seperti infeksi bakteri dan jamur pada kulit. Namun tidak terbatas pada impetigo, kudis, dan dermatitis jamur bisa terjadi akibat ketidakmampuan untuk menjaga praktik kebersihan.

Selain itu, gagal panen akibat kekeringan  mengakibatkan nutrisi anak dan ibu hamil tidak terpenuhi akibat penurunan ketersediaan makanan yang bergizi. Tidak hanya itu gagal panen juga berefek pada ekonomi keluarga. Di Sumba Timur misalnya, untuk mengatasi tantangan ini, keluarga yang kesulitan keuangan terpaksa menjual aset berharga, termasuk kambing, unggas, dan bahan atap, untuk mendapatkan dana guna membeli air bersih.

Puncak Musim Kemarau 2024 di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada bulan Juli dan Agustus 2024. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan, pada periode Juli-Agustus-September 2024, El Nino Southern Oscilation (ENSO) Netral diprediksi akan beralih menuju fase La Nina lemah yang akan bertahan hingga akhir tahun 2024. Fenomena La Nina lemah ini diprediksi tidak berdampak pada musim kemarau yang akan segera hadir.[]

Tags